Monday, January 14, 2013

Tips dan Trik Melakukan Touring Bermotor Lintas Negara

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 14/01/2013 14:50 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Vancouver - Bagi para penggila touring, terkadang menjelajahi wilayah tanah air yang luas ini ternyata tidak cukup memuaskan. Nah, bagi mereka yang ingin touring panjang lintas negara, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Ini tipsnya.

Penjelajah dunia asal Indonesia, Jeffrey Polnaja, mengaku salut dengan semakin banyaknya pecinta sepeda motor di Tanah Air yang ingin mengikuti jejak dirinya berpetualang keliling dunia.

Hal itu membuat dia kagum. Namun pengibar misi Ride for Peace (RFP) asal Bandung, Jawa Barat, ini mengingatkan agar penjelajahan keliling dunia bukan bertujuan sebagai ajang unjuk kegagahan.

"Saya melihat saat ini mulai banyak rider Indonesia yang melakukan perjalanan lintas negara, meski pun baru sebatas mengunjungi negara-negara tetangga," kata Jeffrey dalam keterangan resminya.

"Ini sebuah gerakan positif. Apalagi bila misinya diisi dengan kegiatan mempromosikan keragaman Indonesia di seluruh dunia. Jadi, bukan sebagai cara untuk gagah-gagahan belaka," lanjut pria yang kini tengah berada di Vancouver, Kanada untuk misi RFP kedua ini.

Jeffrey juga menyatakan bahwa menjelajahi dunia dengan kendaraan bermotor, apalagi seorang diri seperti dirinya, bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain dibutuhkan stamina prima dan kesiapan mental kuat, seorang penjelajah dunia dituntut mampu menyiapkan kelengkapan dokumen yang berlaku.

Dokumen yang dimaksud tentu tak hanya persuratan yang wajib dilengkapi oleh setiap individu. Faktor yang juga sangat penting adalah menyiapkan dokumen kendaraan agar bisa melintasi batas negara.

"Pertanyaan mendasar yang kerap dilemparkan kepada saya dari para rider yang berniat berkeliling dunia adalah tentang surat-surat izin kendaraan. Mengurus surat kendaraan tidak sulit. Terpenting, yaitu memiliki Carnet de Passage (CPD) untuk kendaraan yang akan digunakan keliling dunia," ujar pria yang akrab disapa Kang JJ ini.

Jeffrey juga menjelaskan bahwa setiap orang yang ingin pergi ke luar negeri tentu harus memegang passport yang minimal masih berlaku hingga enam bulan ke depan. Banyak negara juga membutuhkan visa sebagai izin masuk, sehingga surat ini juga wajib dipenuhi sebelum keberangkatan.

"Kalau hanya mengunjungi negara-negara di Asia Tenggara kita bisa mendapat Visa on Arrival jadi tidak begitu repot," imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengurus CPD, Jeffrey menjelaskan, dokumen ini harus diurus di kantor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat yang berada di Jakarta.

"CPD sangat penting agar kendaraan asal Indonesia bisa diterima masuk di negara-negara lain. CPD seperti sebuah surat jaminan bahwa kendaraan yang akan kita masukkan ke sebuah negara bukan untuk dijual. Karena itu, ketika mengurus dokumen CPD pemilik kendaraan akan dikenakan sejumlah biaya oleh IMI sebagai uang jaminan," terang Jeffrey.

Jeffrey lalu melanjutkan kalau setiap penjelajah dunia dengan kendaraaan bermotor juga perlu membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) International yang masih berlaku.

"BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) tidak penting untuk dibawa. Terpenting justru harus mengasuransikan kendaraan. Karena beberapa negara melarang kendaraan bermotor beroperasi bila tidak memiliki jaminan asuransi," lanjutnya.

"Siapkan pula beberapa lembar pas foto diri ukuran 3x4 dan 4x6 sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu diperlukan di kantor imigrasi sebuah negara tertentu," jelas Jeffrey.

Langkah Memasukkan Kendaraan Bermotor

Kendati prosedur mengurus dokumen izin masuk kendaraan ke sebuah negara telah diatur secara internasional, namun tak jarang beberapa negara menerapkan sebuah proses yang agak berbeda.

Agar pengurusan dokumen berjalan lancar penting bagi setiap penjelajah dunia mengingat trik-trik ini.

Pertama yang harus dilakukan untuk memasuki sebuah negara adalah mengurus izin masuk kendaraan, bukan diri Anda. Sayangnya, acap kali para pengelana melupakan hal ini. Ketika mereka berhasil masuk, namun kendaraan tertinggal pengurusannya, maka prosesnya akan sangat merepotkan.

Ketika kita mengurus izin kendaraan, maka ikutilah prosedur yang berlaku. Isilah formulir Custom Clearence secara cermat. Siapkan pula pas foto karena sering kali hal sepele ini diperlukan.

Walau setiap negara memiliki urutan peraturan yang berbeda, namun umumnya petugas pabean (custom) sebuah negara akan memeriksa kendaraan Anda dengan mengecek nomor chassis dan mesin untuk dicocokkan dengan dokumen yang Anda serahkan.

Pada kesempatan itu, petugas juga akan memeriksa barang di dalam panniers (boks) yang ada di kendaraan Anda. Agar proses pemeriksaan yang dilakukan berjalan lancar, usahakan untuk tidak membawa senjata api dan narkotika.

Alkohol dan rokok yang berlebihan jumlahnya juga perlu dihindari. Pisau lipat yang mungkin Anda perlukan selama perjalanan hendaknya ikut disimpan dalam boks perkakas perbengkelan.

Kerapihan penampilan Anda ketika mengurus dokumen sedikit banyak juga akan membantu kelancaran proses legalisasi dokumen. "Usahakan pakai baju bersih dan tidak bau. Dengan penampilan rapi petugas biasanya lebih apresiatif," saran Jeffrey.

Dia juga menegaskan bahwa sebaiknya dokumen CPD dan STNK tercantum atas nama pengendara. "Selama mengurus dokumen usahakan kendaraan tetap berada dalam pantauan Anda. Paling tidak di bawah pengawasan kamera CCTV. Ini penting untuk menghindari bila ada pihak yang menitip barang terlarang di kendaraan Anda."

Setelah pengurusan kendaraan selesai, Jeffrey menyarankan agar kita segera menuju Kantor Imigrasi untuk mendapatkan izin melintas (visa) dengan waktu tertentu. "Anda jangan masuk dulu sebelum kendaraan dalam status aman memasuki sebuah negara."

"Bisa dibayangkan bila Anda sudah diijinkan masuk ke sebuah negara, sementara kendaraan Anda tidak diijinkan masuk. Faktanya, Anda memang berdekatan dengan kendaraan Anda, tetapi secara hukum Anda berada di negara yang berbeda dengan tunggangan Anda," ingat Jeffrey.

Jeffrey sendiri saat ini tengah menjalani touring panjang keliling dunia yang kedua kalinya. Sesungguhnya Jeffrey Polnaja telah berada di Eropa, tepatnya di Paris, Perancis sejak 27 April silam guna memulai perjalanan keliling dunia.

Dalam rencana awal, Jeffrey seharusnya telah memulai penjelajahan dengan sepeda motornya sejak 3 Mei lalu dari kota Paris, Perancis. Namun karena mengalami masalah kehilangan sepeda motor di Amsterdam, Belanda pada 2 Mei 2012, misi perjalanan terhambat. Jeffrey bahkan terpaksa kembali ke Jakarta guna mengurus ulang seluruh dokumen perjalanan serta menyiapkan sepeda motor pengganti.

Untuk diketahui, perjalanan Jeffrey kali ini merupakan penjelajahan keliling dunia seorang diri yang kedua dengan sepeda motor. Sebelumnya, pada tahun 2006 hingga 2008, Jeffrey telah menaklukkan 72 negara mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Pada kesempatan kedua ini, Jeffrey mengemban misi "Ride for Peace - Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels." Pelepasan Jeffrey telah dilakukan di Jakarta pada 23 April 2012.

Rencananya, Jeffrey akan berkelana sejauh 220.000 kilometer melintasi beberapa negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Australia. Tak kurang dari 30 negara akan disinggahi, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste. Jeffrey direncanakan tiba kembali di Jakarta pada tahun 2014.

20 Model Mobil Terlaris 2012

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Selasa, 15/01/2013 08:12 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Toyota Avanza masih mobil terlaris
Jakarta - Penjualan mobil tahun 2012 mencatat rekor tertinggi dalam sejarah dengan menembus angka 1.116,230 unit. Model apa saja yang merupakan mobil terlaris?

Dikutip dari data Gaikindo yang diterima detikoto, Selasa (15/1/2013), mobil-mobil MPV tetap tak tergoyahkan posisinya di urutan teratas, disusul mobil-mobil pikap, hatchback, dan SUV.

Berikut data lengkap model terlaris di 2012:

1. Toyota Avanza 192.146 unit
2. Daihatsu Xenia 73.418 unit
3. Kijang Innova 71.685 unit
4. Suzuki Carry MT PU 43.926 unit
5. Gran Max PU 37.948 unit
6. Nissan Grand Livina 34.129 unit
7. Suzuki Ertiga 34.074 unit
8. Toyota Rush 34.033 unit
9. Toyota Yaris 27.809 unit
10. Mitsubishi L-300 27.652 unit
11. Mitsubishi T-120SS PU 25.935 unit
12. Daihatsu Terios 23.949 unit
13. Honda Jazz 21.244 unit
14. Honda Freed 19.811 unit
15. Toyota Fortuner 18.528 unit
16. Suzuki APV MT PU 15.744 unit
17. Suzuki APV MPV 15.333 unit
18. Honda CR-V 14.753 unit
19. Toyota Hilux PU 12.556 unit
20. Mitsubishi Pajero Sport 12.004 unit

Bajaj Pulsar Pakai Full Fairing?

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 15/01/2013 07:00 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
dok Powerdrift
New Delhi - Rumor mengenai rencana Bajaj untuk melahirkan varian Pulsar bermesin besar terus saja bergulir sejak KTM yang sahamnya dimiliki Bajaj meluncurkan KTM Duke 390. Kini ada kabar kalau selain model naked bike seperti Pulsar lain, Pulsar terbaru itu dikatakan juga akan berbalut full fairing.

Kelahiran Duke 390 tahun lalu memang menciptakan harapan pada kelahiran Bajaj Pulsar bermesin besar. Bukan apa-apa, kolaborasi antara keduanya memang sudah dimulai ketika Bajaj menggunakan platform Duke 200 untuk Pulsar 200NS miliknya. Maka tidak heran bila banyak yang akan beranggapan kalau KTM Duke 390 pun akan dicomot oleh Bajaj.

Bila itu benar dilakukan maka varian Pulsar di jajaran milik Bajaj akan bertambah banyak. Spekulasi terkait motor ini pun terus berkembang. Ada yang mengatakan motor ini akan mengusung mesin 350 cc, 375 cc dan 400 cc.

Belum ada yang pasti karena Bajaj hingga saat ini masih menutup rapat meski tidak mengelak mengatakan sedang mempersiapkan Pulsar bermesin besar.

Kini ada kabar lagi kalau Bajaj sedang mempersiapkan Pulsar terbesar itu dengan tubuh yang tertutup full fairing untuk menjadikan tampilan motor ini jadi lebih sporty lagi.

Dilansir motorbeam, Selasa (15/1/2013) kini ada spyshot terbaru dari motor ini yang memperlihatkan desain tangki dan fairing yang akan digunakan 'big Pulsar' ini. Speedometer nampaknya dicomot dari 200NS. Sementara itu desain lampu depan dan belakang tampak menarik dan buas.

Seperti rumor yang sudah-sudah, motor ini juga dikatakan akan menggambil banyak bagian dari Duke 390 dengan mesin 373 cc bertenaga antara 35-40 bhp.

Tak Mau Salah Rilis Produk, Suzuki Tunggu Regulasi Mobil Murah

M Luthfi Andika - detikOto
Senin, 14/01/2013 17:51 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Suzuki G-Concept (Konsep mobil murah Suzuki)
Berita Lainnya
Jakarta - Tahun ini Suzuki setidaknya akan merilis dua mobil baru, yakni Ertiga bertransmisi otomatis dan mobil murah alias Low Cost and Green Car (LCGC).

Untuk Ertiga sudah jelas, akan hadir pada kuartal kedua tahun ini, tetapi untuk model LCGC, Suzuki tidak mau gegabah. Mereka memilih posisi menunggu.

"Tapi untuk LCGC, kami tidak akan omong dulu sebelum aturan pemerintah keluar. Karena menurut saya aturan pemerintah itu masih bisa berubah-ubah, seperti pajak dan bahkan produknya. Ini masih bahaya dan saya tidak mau saya salah mengeluarkan produk," ucap 4W Marketing & DND Director PT. Suzuki Indomobil Sales, Davy J.Tuilan, saat dihubungi detikOto, Senin (14/1/2013).

"Jadi nanti saja, kalau pemerintah sudah mengeluarkan regulasi. Baru kami perkenalkan kendaraan LCGC kami," tambahnya.

Dalam pameran mobil di Jakarta beberapa waktu lalu, Suzuki sebenarnya sudah siap meluncurkan mobil murah.

Sebuah mobil G-Concept yang memiliki ukuran panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.535 mm disiapkan Suzuki untuk kategori LCGC. Dengan dimensi seperti itu, G Concept pun diharapkan akan bisa meliuk lincah di keramaian jalan.

Untuk urusan dapur pacu, mobil tersebut akan mengusung mesin bensin.

Thursday, January 10, 2013

Perlukah Mobil Listrik Pakai Girboks?

Muhammad Ikhsan - detikOto
Jumat, 11/01/2013 13:41 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat membicarakan mobil listrik Tucuxi tanpa girboks menyebabkan dia mengalami kecelakaan. Mobil terus meluncur dan lajunya tidak bisa dipelankan dengan cara menurunkan gigi ke urutan rendah.

Penggunaan girboks pada mobil listrik sebenarnya tidak perlu. Sebab, motor listrik pada mobil listrik lah yang akan menggerakkan roda. Kecepatan akselerasi mobil listrik tanpa girboks tergantung besaran motor listrik yang digunakan.

"Girboks itu untuk menambah dan mengurangi akselerasi. Nah, pada dasarnya mobil listrik itu tidak perlu girboks karena motor listriknya lah menggerakkan roda. Kalau mobil listrik tidak pakai girboks maka perlu motor listrik besar agar akselerasi lebih cepat," kata pengamat otomotif yang juga pengajar ITB Tri Yuswidjajanto kepada detikOto, Jumat (11/1/2013).

Menurutnya pilihan itu-lah yang digunakan perancang Tucuxi, Danet Suryatama. Namun di sisi lain, dia pun tidak menyalahi jika ada mobil listrik yang menggunakan girboks.

Seperti di Indonesia. Mobil listrik Evina buatan Dasep asal Depok menggunakan girboks dan sebagai perbandingan mobil listrik yang tidak menggunakan girboks adalah Tucuxi.

Semuanya lanjut Tri, memiliki keunggulan masing-masing dan ide sang pembuat itu sendiri. Kendati demikian, dia menambahkan biasanya mobil listrik itu tidak menggunakan girboks seperti mobil konvensional.

"Tucuxi adalah sistem terkini yang tidak menggunakan girboks. Walhasil mobil melaju berdasarkan besaran daya yang disuplai ke motor listrik. Motor listrik mengirimkan daya ke bagian roda. Jadi konsepnya kalau mobil listrik masih menggunakan girboks, umumnya ketika akselerasi masih memanfaatkan girboks. Kalau punya Dahlan ini tidak," imbuh Tri.

Sementara itu jika membahas sistem pengereman mobil listrik Tucuxi, harusnya mobil tersebut dibantu dengan sistem pengereman yang lebih kuat. Soalnya Tucuxi memiliki motor listrik setara dengan mesin konvensional 3.500 cc. Artinya energi motor sangat kuat.

Untuk menghalau laju mobil Tucuxi, diharuskan menggunakan sistem pengereman yang handal. Tidak seperti mobil listrik dengan girboks yang bisa menahan laju kendaraan dengan rem dan transmisi.

"Kalau mobil listrik dengan girboks bisa menahan laju dengan cara mengerem dan mengandalkan transmisi. Dan sistem rem mobil listrik tanpa girboks harsunya lebih baik," pungkas Tri.

Pada kasus Dahlah, Tri menegaskan sebenarnya tidak perlu terjadi jika rem berfungsi secara normal.

Sementara itu Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Automotive Nusantara (Asia Nusa) Dewa Yuniardi menuturkan penggunaan girboks untuk mobil listrik masih menjadi perdebatan bagian para insinyur.

Soalnya hampir 90 persen mobil listrik yang sudah diproduksi dibuat tidak menggunakan girboks untuk memindahkan tenaga yang dihasilkan motor ke roda (as roda).

"Mobil listrik supersport terkenal dari Amerika Serikat, Tesla, juga tidak menggunakan girboks, namun dilengkapi dengan dua gigi percepatan normal dan sport," catatnya dalam blog resminya.

Jika dikaitkan dengan komentar Dahlan Iskan tentang Tucuxi yang tidak menggunakan girboks, selama tidak menggunakan motor yg diletakkan di roda, maka tetap ada reduksi yaitu diferensial/gardan.

"Apakah tanpa girboks menyebabkan mobil tidak dapat berhenti? Jawabnya tentu tidak, girboks dirancang untuk memindahkan/meneruskan daya bukan untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan, kecuali terdapat piranti rem yg terintegrasi, misalnya tromol pada girboks untuk rem tangan," jelasnya.

Maka tetap fokus masalah teknis mestinya tetap pada sistem rem dan sistem perlambatan, antara sistem pengereman dan girboks itu merupakan dua sistem yang terpisah secara fungsi.

Di mobil listrik pengereman sebenarnya bisa memanfaatkan teknologi regeneratif braking, yaitu teknologi untuk mengambil energi dari momentum inersia mobil ketika jalan menurun menjadi energi listrik yang dapat dikembalikan ke baterai.

"Dalam hal ini beban/tahanan yang menyebabkan mobil melambat adalah beban pengisian baterai.Saya tidak tahu apakah Tucuxi menggunakan teknologi itu. Selama menggunakan motor listrik jenis AC induksi 3 fasa atau DC Brushless mestinya regeneratif braking bisa diaplikasikan," jelasnya.

Jadi lebih baik mobil listrik dengan girboks atau tanpa girboks? Menurutnya masih perlu penelitian lebih panjang untuk mengkaji permasalahan-permasalahan baik secara teknis maupun secara ekonomis.

"Jangan tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, karena di negara ini masih sedikit insinyur-insinyur yang ahli dalam bidang otomotif pada umumnya dan mobil listrik pada khususnya," ujarnya.

Bajaj Luncurkan Pulsar 375 Tahun Ini?

Syubhan Akib - detikOto
Jumat, 11/01/2013 11:30 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
dok motoroids
New Delhi - Kabar mengenai kelahiran motor Pulsar 375 makin mencuat. Santer terdengar kalau motor India ini akan diluncurkan di tahun 2013 ini.

Media India, motoroids, mengatakan kalau Managing Director Bajaj Auto Ltd Rajiv Bajaj telah mengkonfirmasi kalau varian Pulsar bermesin besar itu akan diluncurkan tahun ini juga.

Bila benar, maka motor itu akan menjadi Pulsar bermesin terbesar dan kemungkinan di dasarkan pada motor KTM Duke 390.

Untuk dapur pacunya, kemungkinan Pulsar 375 ini akan menggendong mesin 375 cc dengan satu silinder yang akan dipercikkan oleh tiga busi seperti halnya Pulsar 200NS.

Mesin tersebut kemungkinan akan mampu menyemburkan tenaga antara 38-42 hp yang membuatnya mampu berlari hingga kecepatan 160 km/jam.

Berikut kemungkinan spesifikasi Bajaj Pulsar 375 menurut motoroids:



  • Mesin: 4 stroke water-cooled single cylinder
  • Kapasitas 373,2 cc
  • Torsi 32Nm pada 7.250 rpm
  • Daya maksimum: 41.5HP pada 9. 000pm
  • Transmisi 6-speed
  • Bobot: 142Kg
  • Kopling: Hydraulic operated
  • Sistem bahan bakar EFI
  • Sistem pengapian Bosch EMS83

Toyota Etios Seliweran di Bandung

Muhammad Ikhsan - detikOto
Kamis, 10/01/2013 14:15 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Foto pembaca
Bandung - Setelah di Jakarta, sosok Toyota Etios kembali tertangkap kamera. Kali ini bukan di Jakarta, tapi di luar Jakarta, tepatnya di kawasan Lembang, Bandung.

Di sana Toyota Etios tidak sendiri. Kompetitor Nissan March dan Honda Brio itu berjalan bersama sebuah mobil yang kemungkinan besar adalah Toyota Agya. Keduanya dibalut dengan stiker untuk menyamarkan penampilan.

Pada logo Toyota Agya yang berwarna hitam ditutupi stiker. Sementara pendatang baru Toyota Etios berwarna putih lengkap dengan stiker hitam juga meramaikan suasan siang di daerah tersebut. Kedua mobil tersebut menggunakan pelat B.

"Mobil ini memakai pelat putih. dan dari daerah Jakarta. Mobil ini dibawa melalui jalan perkampungan yaitu jalan Punclut yang keluar di Ciumbuleuit Bandung, Jawa Barat," kata Otolovers, Wildan Naufal Permana yang mengirim foto tersebut ke redaksi detikOto, Kamis (9/1/2013).

Pria ini pun sempat aneh dengan kehadiran kedua mobil itu di sana. Awalnya dia mengira salah satu mobil tersebut adalah mobil Toyota Yaris terbaru.

"Saya sedang mejemput adik kecil saya. Di jalan tiba-tiba ada mobil putih yang logonya ditutup oleh selotip. Saya kira ini Yaris yang baru. Apakah ini mobil Yaris 2013?" tulis Wildan.







Foto:Wildan Naufal Permana